Kemarin teman saya telefon mau datang, Singkat cerita dia tanya saya apakah punya barang yang cukup antik. Antik disini artinya ya barang-barang yang klasik atau berusia tua. Hehe saya bingung karena saya memang tidak punya barang-barang itu. Kata saya sambil becanda gimana kalau orang antik alias orang lama alias orang uzur bisa dibeli juga? gak gak gak...Saya nyesel karena banyak barang-barang lama yang sudah tak tahu juntrungannya atau hilang. Memang nilai suatu barang suatu kelak nanti akan sangat berharga sekali. Ya kolektor barang-barang antik tentunya sangat membutuhkannya. Saya sendiri kurang ngerti masalah kolektor-kolektoran. Manusia memang unik. Banyak maunya. Banyak keanehannya.
Teman saya menawarkan apakah saya mau lihat bulu kaki jin. Saya jawab boleh saja. Lalu Teman saya mengeluarkan bungkusan tisu dari dompetnya. Terlihatlah 4 helai bulu yang cukup keras. Ketika disentuh seperti jarum-jarum. Lalu teman saya meminta setetes air. Diteteskannya sedikit ketangannya lalu diusapkan ke 4 helai bulu itu. Hasilnya ajaib, bulu itu bergerak-gerak sendiri. Kenapa ya bisa gerak ketika ditetesi air. Apa bulu itu merasa kedinginan, hehe mungkin juga. Apakah itu termasuk barang antik juga? tentunya bukan.
Senin, 17 Desember 2012
Sabtu, 15 Desember 2012
Penantianku
Seperti hari-hari yang telah berlalu, penantianku belum ada titik terangnya. Pastilah telah terjadi sesuatu dengan temanku di sana. Kalau tidak terjadi sesuatu yang penting banget, pasti penantianku sudah terang. Sementara itu waktu terus berjalan, usia terus bertambah. Tidak mungkin aku akan menyia-nyiakan waktu begitu saja. Bagiku waktu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Walaupun dalam keadaan yang serba kepepet dan serba tanggung. Akibatnya banyak tindakan dan keputusan yang tanggung alias setengah-setengah dariku. Ini mungkin akan menimbulkan kebingungan orang lain yang berhubungan denganku. Kenapa aku serba ragu dan belum bertindak lebih jauh lagi. Saat ini aku benar-benar menunggu situasinya berubah. Gak enak juga sih ketika kita banyak kepentingan sementara hambatan begitu luas terbentang di hadapan.
Dalam suatu perjuangan yang sangat panjang mental benar-benar diuji. Serasa dunia ini bergerak sangat lambat. Padahal justru sebaliknya dunia begitu cepat berubah. Yang lambat justru perubahan perilaku orang-orangnya ke arah yang lebih positif. Kemajuan teknologi tidak dibarengi kemajuan kejiwaan manusia. Makin hari terasa hidup makin sendirian. Makin hari orang-orang makin sibuk sendiri-sendiri. Ditambah lagi semakin kesini orang-orang semakin materialistis. Terus terang aku gak peduli dengan keadaan ini. Karena aku sudah melewati masa-masa ramai dengan teman. Kini saatnya bagiku menatap hidup ke depan sendirian. Karena aku yakin telah menemukan tujuan hidupku selanjutnya.
Dalam suatu perjuangan yang sangat panjang mental benar-benar diuji. Serasa dunia ini bergerak sangat lambat. Padahal justru sebaliknya dunia begitu cepat berubah. Yang lambat justru perubahan perilaku orang-orangnya ke arah yang lebih positif. Kemajuan teknologi tidak dibarengi kemajuan kejiwaan manusia. Makin hari terasa hidup makin sendirian. Makin hari orang-orang makin sibuk sendiri-sendiri. Ditambah lagi semakin kesini orang-orang semakin materialistis. Terus terang aku gak peduli dengan keadaan ini. Karena aku sudah melewati masa-masa ramai dengan teman. Kini saatnya bagiku menatap hidup ke depan sendirian. Karena aku yakin telah menemukan tujuan hidupku selanjutnya.
Minggu, 09 Desember 2012
Mendapatkan kuskus dan kenari
Setidaknya saya sudah 2 kali mendapatkan binatang secara gratis. Binatang itu yang datang sendiri ke rumah. Dulu kira-kira tahun 98 saya mendapatkan binatang kuskus. Ceritanya saat itu saya mau mandi sore. Sayapun bergegas mengambil handuk yang dijemur di loteng dekat kamar. Saat saya mengambil handuk tiba-tiba mata saya melihat binatang aneh yang baru saya lihat. Binatang itu kecil sebesar tupai dengan matanya yang melotot. Tapi gerakannya lamban. Saya gak berani mengambilnya sendiri. Saya berlari memanggil teman yang sedang main bola di lapangan dekat rumah. Lalu teman saya mengambil karung. Ditangkaplah binatang itu lalu dimasukkan ke karung. Saya tidak memelihara binatang itu karena aneh. Lalu diberikanlah pada teman untuk dipelihara. Setelah beberapa hari teman-teman yang lain banyak yang tahu keberadaan binatang itu. Saya sendiri masih tidak tahu jenis binatang itu. Salah seorang teman memberitahu bahwa itu adalah binatang kuskus. Binatang itu jarang ada yang memelihara, biasanya kan burung yang sering dipelihara orang. Salah seorang teman yang lain ada yang bercanda bahwa itu adalah sebuah pertanda bagi saya. Ya gerakan binatang itu lamban tapi matanya melotot tajam bila di kejutkan langsung mengerutkan badannya, singkatnya binatang yang penakut. Itulah sifat yang melekat di diri saya saat itu, penakut. Ya saya terima aja karena memang saat itu keadaan jiwa saya benar-benar sedang galau. Setelah lama dipelihara kuskus itu lama kelamaan sakit. Bulu-bulunya rontok. Makin hari makin parah keadaannya. Salah seorang teman menyarankan agar kuskus itu dibuang saja jauh-jauh. Akhirnya kuskus itu dibuang di alam bebas.
Satu lagi binatang yang saya peroleh adalah burung. Saat itu saya sedang bengong di ruang makan. Lalu terdengar suara menciap dan kelebatan sayap. Setelah saya lihat ternyata itu adalah seekor burung kecil berwarna orange. Saya adalah seorang yang agak takut terhadap segala jenis binatang. Waktu saya coba untuk menangkapnya sendiri saya tidak berhasil. Akhirnya dibantu ibu saya baru bisa menangkap burung itu. Akhirnya setelah saya tanya teman baru tahu bahwa burung itu adalah kenari. Suaranya cukup bagus dan bulunya pun bagus. Tapi saya tidak tahu kali ini pertanda apa. Mudah-mudahan aja pertanda yang bagus.
Satu lagi binatang yang saya peroleh adalah burung. Saat itu saya sedang bengong di ruang makan. Lalu terdengar suara menciap dan kelebatan sayap. Setelah saya lihat ternyata itu adalah seekor burung kecil berwarna orange. Saya adalah seorang yang agak takut terhadap segala jenis binatang. Waktu saya coba untuk menangkapnya sendiri saya tidak berhasil. Akhirnya dibantu ibu saya baru bisa menangkap burung itu. Akhirnya setelah saya tanya teman baru tahu bahwa burung itu adalah kenari. Suaranya cukup bagus dan bulunya pun bagus. Tapi saya tidak tahu kali ini pertanda apa. Mudah-mudahan aja pertanda yang bagus.
Kamis, 06 Desember 2012
Panggilanku Ayung, Badai, Hewie
Julukan yang pernah diberikan pada saya sudah bermacam-macam. Baik itu diberikan oleh keluarga maupun teman. Waktu kecil paman saya sering memanggil atau lebih tepatnya menyindir dengan sebutan heulang keuyeup, Bhs. sunda (Heulang = Elang, Keuyeup = Kepiting). Gara-garanya waktu itu saya sering menyayikan lagu heulang keuyeup dengan teman main saat di Garut, waktu itu bapak tugas di Garut Selatan. Lagu itu liriknya porno, jadi tidak pantas dinyanyikan oleh anak kecil. Liriknya antara lain, "heulang keuyeup daun awi, hayang h*****t nu di cai", hehe jorok ya. Suatu hari saya sedang menyanyikan lagu itu bersama teman sambil duduk-duduk diatas batu besar, di bawah pohon karet. Maklum bapak kerja di perkebunan. Tiba-tiba paman datang dari Jakarta hendak berkunjung. Paman tentu saja mendengarkan lirik lagu yang saya nyayikan itu. Jadilah kalau ketemu dengan paman dimanapun, dia suka menyanyikan lagu "heulang keuyeup" hehe, aku tentu saja malu.
Lalu ketika saya sudah pindah ke Tasik karena sekolah di sana. Waktu itu kira-kira masih kelas 1 SD. Saat ditanya oleh Bibi saya, apa nama kamu? saya jawab "Heriyana Apolo Bandung", asal sebut aja, gak tahu maknanya apa. Lalu di saat saya bermain di halaman rumah, tetangga saya teman main menanyakan juga apa nama saya, sayapun jawab "Heriyana Apolo Bandung", tapi temen saya justru mendengarnya jadi "Heri Kapal Udara" hehe gak nyambung lagi. Masih di Tasik saat saya SMP, pernah ada yang menyebut saya "Cingkleung" gak tahu maksdunya apa. Waktu SMA masih di Tasik gara-gara ada pemain band lokal kota saya yang bernama "Heri Ayung" maka sayapun dipanggil "Heri Ayung" asal nyebut aja temen saya. Lalu panggilan Heri berubah lagi jadi "Hewri Ayung", lalu akhirnya jadi "Hewie Ayung", sampai sekarang masih ada yang memanggil demikian.
Akhirnya beberapa tahun kebelakang disaat saya tinggal di Bandung julukan nya sudah ganti lagi. Tiba-tiba temen saya main di sekitar tempat tinggal memanggil nama "Badai". Jadi lengkapnya julukan saya jadi "Heri Badai", kalau yang ini lebih condong ke meledek kali. Karena jalan saya tidak tegak. Sekarang kalau teman memanggil ada yang masih menyebut nama Ayung, Badai, Hewie, itulah julukan yang masih melekat di diri saya.
Minggu, 02 Desember 2012
Nama yang dipakai oleh Wanita maupun Pria di Indonesia
Setelah saya search di Google ternyata nama saya dipakai juga oleh jenis kelamin wanita. Kirain nama Heriyana cuma buat Pria saja eh ternyata oleh Wanita juga. Apakah di negara lain pemberian nama untuk Pria maupun wanita banyak yang sama ? Gak tahu tuh....
Nama yang dipakai oleh pria maupun wanita di Indonesia. Antara lain :
Eka, Dwi, Tri, Panca, Dian, Widi, Yosi, Deni, Dani, Doni, Yudi, Febri, Jajang, Heri, Yuyun, Yani, Yudit, Pepi, Bebi, Yanyan, Sansan, Dede, Budi, Iim, Indra, dan masih banyak lagi. Apakah nama anda juga termasuk yang dipakai oleh dua jenis kelamin?
Nama yang dipakai oleh pria maupun wanita di Indonesia. Antara lain :
Eka, Dwi, Tri, Panca, Dian, Widi, Yosi, Deni, Dani, Doni, Yudi, Febri, Jajang, Heri, Yuyun, Yani, Yudit, Pepi, Bebi, Yanyan, Sansan, Dede, Budi, Iim, Indra, dan masih banyak lagi. Apakah nama anda juga termasuk yang dipakai oleh dua jenis kelamin?
Sabtu, 01 Desember 2012
Menunda pernikahan
Banyak laki-laki yang sudah diatas kepala 3 atau kepala 4 masih saja menjomblo. Padahal sebenarnya mereka tidak jelek-jelek amat, atau kere-kere amat. Bahkan banyak juga yang sifatnya jujur, baik, jauh dari pelanggaran hukum tapi masih saja sendiri. Apa ya penyebabnya......? Apa mereka tidak Percaya Diri (Pede). Mungkin ini berhubungan dengan sifat dasarnya. Tidak mau menyusahkan orang lain. Orang baik tapi tapi tak punya modal juga menjadi kendala. Baik tapi kantongnya tipis menjadi salah satu halangan dalam berjodoh. Banyak orang baik seringkali terpinggirkan. Hanya dibutuhkan pertolongannya saja untuk kemudian dilupakan. Lebih memilih yang berkantong tebal daripada kantong yang tipis. Apa jaman sekarang sudah lebih materialistis ya. Ini hanya salah satu penyebab saja. Ya itulah efek dari pemahaman yang salah kaprah. Budaya instan, hedonistis, populer, jalan pintas. Akibat dari informasi yang diterima setiap hari. Kini orang tanpa punya fasilitas akan terpinggirkan. Jadi mempunyai materi itu sifatnya harus. Tanpa materi yang cukup tampaknya kesulitan akan terbentang di depan. Terus terang budaya Indonesia sedang diserbu dan ditaklukkan oleh budaya luar yang buruk. Budaya materialistis, hedonis, instan, to the point, pragmatis, selingkuh, bohong dll. Ya budaya rendah hati, ramah tamah, sopan santun, apa adanya, jujur digantikan oleh budaya luar seperti yang diatas. Ini akibat dari tontonan sehari-hari. Pencucian otak yang terus menerus. Sejak anak balita sudah dijejali tontonan buruk. Efek yang yang dihasilkan dari tontonan amatlah besar. Karena sampai terbawa ke dalam mimpi seseorang. Jadi yang berhasil didalam menaruh pengaruh kedalam otak adalah yang mempunyai media. Media itu banyak antara lain, bacaan, tontonan, atau pendengaran. Nah itu semua akan menyebabkan orang-orang banyak yang menjadi tidak pede. Tidak pede kalau tidak mempunyai fasilitas atau materi. Dampaknya banyak penundaan usia pernikahan. Harus mempunyai sejumlah materi tertentu dulu sebelum berani menikah. Modal jujur, baik, belumlah dipandang cukup. Hati-hatilah dengan memilih tontonan anda dan terutama anak-anak anda. Jadi orang tua jaman sekarang berpacu dengan kemajuan teknologi. Karena orang tua seringkali ketinggalan dan tidak bisa menyesuaikan dengan keadaan jaman. Ikut-ikutan terbawa arus jaman yang berputar-putar.
Minggu, 18 November 2012
Berubah tua
Perubahan adalah siklus yang alamiah. Dari muda berubah tua. Tak dapat dilawan . Bisa sih dimanipulasi. Tapi tetap melawan kodrat. Daripada ditutup-tutupi lebih baik apa adanya. Tak bertentangan dengan hati nurani. Masa sudah tua pengen bertingkah kayak ABG. Tubuh ini mau tidak mau akan usang dimakan usia. Biarkanlah begitu. Isi jiwa lebih penting. Yang positif tentunya. Jiwa akan mencari arah jalan pulang. Kemana tujuan nanti segera tentukan dari sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)