Seperti hari-hari yang telah berlalu, penantianku belum ada titik terangnya. Pastilah telah terjadi sesuatu dengan temanku di sana. Kalau tidak terjadi sesuatu yang penting banget, pasti penantianku sudah terang. Sementara itu waktu terus berjalan, usia terus bertambah. Tidak mungkin aku akan menyia-nyiakan waktu begitu saja. Bagiku waktu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Walaupun dalam keadaan yang serba kepepet dan serba tanggung. Akibatnya banyak tindakan dan keputusan yang tanggung alias setengah-setengah dariku. Ini mungkin akan menimbulkan kebingungan orang lain yang berhubungan denganku. Kenapa aku serba ragu dan belum bertindak lebih jauh lagi. Saat ini aku benar-benar menunggu situasinya berubah. Gak enak juga sih ketika kita banyak kepentingan sementara hambatan begitu luas terbentang di hadapan.
Dalam suatu perjuangan yang sangat panjang mental benar-benar diuji. Serasa dunia ini bergerak sangat lambat. Padahal justru sebaliknya dunia begitu cepat berubah. Yang lambat justru perubahan perilaku orang-orangnya ke arah yang lebih positif. Kemajuan teknologi tidak dibarengi kemajuan kejiwaan manusia. Makin hari terasa hidup makin sendirian. Makin hari orang-orang makin sibuk sendiri-sendiri. Ditambah lagi semakin kesini orang-orang semakin materialistis. Terus terang aku gak peduli dengan keadaan ini. Karena aku sudah melewati masa-masa ramai dengan teman. Kini saatnya bagiku menatap hidup ke depan sendirian. Karena aku yakin telah menemukan tujuan hidupku selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar